Jumat, 02 Desember 2011

PEMBAGIAN SHU KOPERASI

PEMBAGIAH SHU
KPRI - KPPD KABUPATEN BEKASI
PER 31 DESEMBER 2010



45 % Cadangan 45% X 378.840.128 = Rp 170.478.057

35 % Anggota Koperasi 35%X 378.840.128 =Rp 132.594.044

5 % Dana peng. wilayah 5%X 378.840.128 =Rp 18.942.006
5 % Dana pendidikan 5%X 378.840.128 =Rp 18.943.006

6 % Dana pengurus 6%X 378.840.128 =Rp 22.730.407

2 % Dana karyawan 2%X 378.840.128 =Rp 7.576.802

2 % Dana sosial 2%X 378.840.128 =Rp 7.576.802


KPRI - KPPD KABUPATEN BEKASI
PER 31 DESEMBER 2010
PERHITUNGAN TOTAL SHU PER

TOTAL SHU PERANGGOTA= Simpanan anggota X (SHU X 60% X25%)
                                                              Simpanan seluruh anggota



1. ARIF ABDURAH
= 5.698.217 X (378.840.128 X60%X25%)
                     156.244.493
= Rp 2.072.438


2. AHMAD RIYANTO
= 3.842.260X (378.840.128 X60%X25%)
                    156.244.493
= Rp 1.397.427

3. HERI RUSIANTO
= 1.305.940 X (378.840.128 X60%X25%)
                 156.244.493

= Rp 474.969



4. JUNAEDIN
=481.444 X (378.840.128 X60%X25%)
               156.244.493
=Rp 175.100



5. FADLY MARISA
=185.000X(378.840.128 X60%X25%)
                  156.244.493
= Rp 67.284



DAFTAR ANGGOTA KOPERASI
KPRI - KPPD KABUPATEN BEKASI
PER 31 DESEMBER 2010
NO. ANGGOTA
NAMA ANGGOTA
UNIT KERJA
SIMPANAN POKOK
SIMPANAN WAJIB
SIMPANAN MANASUKA
TOTAL SETOR
TOTAL TARIK
SALDO SIMPANAN
TOTAL SHU
1
ARIF ABDURAH
DIN.PENDAPATAN
5.000
4.524.000
1.419.217
5.948.217
250.000
5.698.217
2.072.438
2
AHMAD RIYANTO
INSPEKTORAT
5.000
2.930.000
2.097.260
5.032.260
1.190.000
3.842.260
1.397.427
3
AGUS PUJA
B.P.P.T
5.000
3.616.000
1.127.437
4.748.437
0
4.748.437
1.727.003
4
ASHARI
INSPEKTORAT
5.000
1.979.250
200.792
2.185.042
0
2.185.042
794.698
5
ANDI SUHANDI
BAG.R.T.P
5.000
3.192.000
644.539
3.841.539
0
3.841.539
1.397.165
6
ARIFIN SUMANTRI
KEC.SUKATANI
5.000
4.582.000
466.118
5.053.118
250.000
4.803.118
1.746.890
7
AKMALUDIN
KEL.JATIMULYA
5.000
4.404.000
2.447.526
6.856.526
1.540.000
5.316.526
1.933.616
8
AGUS WINARNO
KEC.CIKARANG
5.000
3.907.250
731.646
4.643.896
4.525.291
118.605
43.136
9
ASEP KUSMANA
DIN.PENDAPATAN
5.000
4.650.000
569.603
5.224.603
0
5.224.603
1.900.184
10
H. ABDILAH
SETWILDA
5.000
4.292.000
1.753.971
6.050.971
1.500.000
4.550.971
1.655.185
11
ADE HUDAYA
INSPEKTORAT
5.000
1.430.000
0
1.435.000
0
1.435.000
521.908
12
ALI APANDI
KEC.SETU
5.000
2.650.000
50.000
2.705.000
0
2.705.000
983.806
13
ALAMSYAH
KEC.CIKARANG
5.000
966.500
320.256
1.292.026
0
1.292.026
469.909
14
AGUS DAHLAN
INSPEKTORAT
5.000
4.453.000
1.399.480
5.857.480
1.000.000
4.857.480
1.766.667
15
ALAN DAHLAN
DIN.PORABUD
5.000
4.450.000
4.305.761
8.760.761
1.250.000
7.510.761
2.731.658
16
ADE KOMARUDIN
DIN.PENDIDKAN
5.000
4.422.000
1.372.202
5.799.202
0
5.799.202
2.109.165
17
ALUIH HUSMAN
DIN.TNAGA KERJA
5.000
1.771.500
51.318
1.827.818
0
51.318
18.664
18
RADEN ABDUL
KEC.CIBARUSAH
5.000
3.050.250
0
3.055.250
0
3.055.250
11.111.922
19
ADE MARTADI
SEK.DPRD
5.000
4.654.000
544.095
5.203.095
400.000
4.803.095
1.746.882
20
ABDUL AZIZ
KEC.SETU
5.000
4.469.000
524.724
4.988.724
350.000
4.648.724
1.690.737
21
AAN ACHMAD
KEC.TAMBUN
5.000
4.465.000
1.079.899
5.549.899
0
5.549.899
2.018.494
22
AGUNG HARWIJO
DIN.PENDIDIKN
5.000
4.508.000
604.883
5.117.883
350.000
4.767.883
1.734.075
23
AZHARI
KEC.CIKARANG
5.000
2.406.250
0
2.411.250
0
2.411.250
876.970
24
ARIS SIAGIAN
TARUMA JAYA
5.000
4.309.000
510.146
4.824.146
350.000
4.474.146
1.627.243
25
BUDI RAHARDJO
INSPEKTORAT
5.000
3.230.000
1.702.704
4.937.704
0
4.937.704
1.795.839
26
BAMBANG
DIN. TARKIM
5.000
2.930.000
1.539.698
4.474.698
0
4.474.698
1.627.444
27
BACHTIAR
SEK.DPRD
5.000
35.000
0
40.000
0
40.000
15.059
28
BUNAWAN
DIN.KEBERSHN
5.000
2.520.000
1.038.809
3.563.809
200.000
3.363.809
1.223.415
30
BUDI RAHAYU
INSPEKTORAT
5.000
2.185.000
754.727
2.944.727
0
2.944.727
1.070.995
31
BUAHRI MUSLIM
KEC.CIKARANG
5.000
2.190.000
951.165
3.146.165
890.000
2.256.165
820.565
32
CECEP SUYATNA
DIN.SOSIAL
5.000
2.735.000
3.210.741
5.950.741
2.300.000
3.650.741
1.327.772
33
CUCU SUMARTA
KEC.BUNGIN
5.000
1.900.000
482.871
2.387.871
350.000
2.037.871
741.172
34
CHANDRA
KEC.CIKARANG
5.000
1.985.000
2.077.707
4.067.707
700.000
3.367.707
1.224.832
35
CEPI SUHARTANI
SETWILDA
5.000
1.930.000
3.048.661
4.983.661
1.000.000
3.983.661
1.448.854
36
DEDEN MAOSUF
KEC.SETU
5.000
1.895.000
165.017
2.065.071
0
2.065.071
751.064
37
DADANG
DIN.TEN KERJA
5.000
2.505.000
625.382
3.135.382
0
3.135.382
1.140.336
38
ENCIM SARIF
BKD
5.000
1.860.000
238.230
2.103.230
150.000
1.953.230
710.388
40
ENDANG SURYA
DIN.PENDIDKN
5.000
2.005.000
983.779
2.993.779
400.000
2.593.779
943.355
41
FADLY MARISA
DIN.PERHBNGN
5.000
0
180.000
185.000
0
185.000
67.284
42
FUAD HASAN
DIN.TARKIM
5.000
1.735.000
280.446
2.020.446
170.000
1.850.446
673.065
43
GUNAWAN
DIN.TARKIM
5.000
2.190.000
712.127
2.907.127
500.000
2.407.127
875.470
44
GUNANTA
SETWILDA
5.000
2.290.000
2.871.055
5.116.055
1.000.000
4.116.055
1.149.006
45
HERI RUSIANTO
INSPEKTORAT
5.000
1.245.000
555.940
1.805.940
500.000
1.305.940
474.969
46
HABIBAH
BKD
5.000
2.185.000
617.783
2.807.783
0
2.807.783
1.021.188
47
INDAH MARGA
BKD
5.000
2.185.000
538.850
2.728.850
0
2.728.850
992.480
48
INNE NURDIANTI
KEC.CIKARANG
5.000
2.115.00
1.708.290
3.828.290
1.000.000
2.828.290
1.028.647
49
JUNAEDIN
INSPEKTORAT
5.000
0
476.444
481.444
0
481.444
175.100
50
JAMALUDIN
DIN.PNDIDIKAN
5.000
2.080.000
1.453.661
3.538.661
500.000
3.038.661
1.105.159

JUMLAH






Rp156.244.493
Rp132.594.044

Kamis, 17 November 2011

PERAN AKTIF ANGGOTA KOPERASI TERHADAP KONTRIBUSI KESEJAHTERAAN ANGGOTA

Bagaimana peran aktif anggota koperasi terhadap kontribusi kesejahteraan anggota?














Peran aktif anggota koperasi terhadap kontribusi kesejahteraan anggota dapat dilakukan dengan partisipasi anggota koperasi itu sendiri. Partisipasi anggota dalam kegiatan koperasi sangat diharapkan peran aktif setiap anggota koperasi, dalam arti anggota tidak hanya selalu percaya kepada pengurus terutama dengan laporan-laporan yang diberikan pengurus, tetapi benar-benar diperiksa dan diawasi mekanisme jalannya usaha koperasi. Partisipasi anggota yang terdiri partisipasi kontributif dan partisipasi insentif mempunyai hubungan yang erat :
a. Dalam rangka membiayai pertumbuhan koperasi, kontribusi keuangan baik yang berupa simpanan pokok, simpanan wajib, simpanan sukarela maupun yang berasal dari usaha sendiri para anggota (partisipasi kontribusi keuangan) sangat diperlukan.
b. Setelah dana yang terkumpul tersebut digunakan oleh perusahaan koperasi, proses pengambilan keputusan mengenai penetapan tujuan dan kebijaksanaan serta proses pengawasan jalannya perusahaan koperasi harus melibatkan anggota karena anggota sebagai pemilik perusahaan koperasi (partisipasi kontributif anggota dalam pengambilan keputusan).
c. Tetapi untuk mendukung pertumbuhan koperasi, anggota sebagai pelanggan/pemakai memanfaatkan setiap pelayanan koperasi, manfaat yang diperoleh anggota tersebut akan semakin banyak, dan bila ini terjadi, kesadaran dalam pelaksanaan partisipasi kontributif akan semakin meningkat. Oleh karena itu anggota perlu dirangsang dengan pelayanan-pelayanan yang menarik dan sesuai kebutuhan anggota.


Berdasarkan uraian di atas maka partisipasi anggota koperasi, mempunyai ciri-ciri anggota yang berpartisipasi baik dapatlah dirumuskan sebagai berikut:
1. Melunasi simpanan pokok dan simpanan wajib secara tertib.
2. Menghadiri rapat-rapat dan pertemuan anggota secara aktif.
3. Menggunakan hak untuk mengawasi jalannya usaha koperasi, mengetahui anggaran dasar dan rumah tangga, peraturan-peraturan lainnya dan keputusan bersama lainnya.
4. Aktif dalam melakukan transaksi yang dilayani koperasi baik unit simpan pinjam maupun unit toko dan jasa-jasa bongkar muat kapal.
5. Aktif dalam melunasi iuran pokok, iuran wajib dan iuran sukarela
Agar koperasi tetap eksis maka partisipasi anggota selalu ditingkatkan dari hari –
hari ke hari dan tahun ke tahun, Untuk itu, dibutuhkan pendidikan perkoperasian yang standar, terprogram, dan berkelanjutan bagi anggota. Dalam situs lapenkopnas.com
tujuan pendidikan anggota adalah meningkatkan :
a. Kontribusi modal anggota
b. Kesadaran anggota untuk memanfaatkan pelayanan usaha koperasi
c. Keterlibatan anggota dalam pengambilan keputusan
d. Pengawasan anggota terhadap koperasinya
Dengan demikian beradasarkan uraian tersebut maka yang dimaksud dengan partisipasi anggota adalah kontribusi anggota koperasi dalam melakukan transaksi dan dalam memodali koperasi berupa simpanan pokok dan simpanan wajib.

Keaktifan anggota berpartisipasi dalam pembiayaan koperasi berupa simpanan pokok, simpanan wajib, simpanan sukarela serta pemanfaatan berbagai potensi pelayanan yang disediakan koperasi akan meningkatkan modal koperasi, terutama modal kerja dan omzet usaha koperasi. Hal ini tentu akan membuat koperasi akan menjadi berkembang lebih baik dan akan menguntungkan anggota terutama dengan adanya kenaikan perolehan sisa hasil usaha koperasi. Dengan keaktifan partisipasi para anggota dalam berkoperasi maka kegiatan koperasi dapat berjalan dengan lancar. Semakin banyak transaksi-transaksi pada koperasi oleh anggota maupun bukan anggota akan semakin meningkat pula pendapatan koperasi, sehingga modal kerja koperasi akan semakin meningkat pula. Modal kerja inilah yang perlu diperhatikan oleh para pengurus koperasi untuk mengelolanya dengan baik, sehingga modal kerja itu dapat digunakan secara ekonomis dan efektif untuk pembiayaan operasional koperasi sehari-hari.


Masih ingatkah kita fungsi dan peran koperasi di Indonesia ?
Fungsi dan Peran Koperasi di Indonesia sebagaimana dikemukakan dalam pasal 4 UU No. 25 Tahun 1992, fungsi dan peran koperasi di Indonesia seperti berikut ini.

1) Membangun dan mengembangkan potensi serta kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial Potensi dan kemampuan ekonomi para anggota koperasi pada umumnya relatif kecil. Melalui koperasi, potensi dan kemampuan ekonomi yang kecil itu dihimpun sebagai satu kesatuan, sehingga dapat membentuk kekuatan yang lebih besar. Dengan demikian koperasi akan memiliki peluang yang lebih besar dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial masyarakat pada umumnya dan anggota koperasi pada khususnya.

2) Turut serta secara aktif dalam upaya meningkatkan kualitas kehidupan manusia dan masyarakat Selain diharapkan untuk dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi para anggotanya, koperasi juga diharapkan dapat memenuhi fungsinya sebagai wadah kerja sama ekonomi yang mampu meningkatkan kualitas kehidupan manusia dan masyarakat pada umumnya. Peningkatan kualitas kehidupan hanya bisa dicapai koperasi jika ia dapat mengembangkan kemampuannya dalam membangun dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi anggota-anggotanya serta masyarakat disekitarnya.

3) Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional Koperasi adalah satu-satunya bentuk perusahaan yang dikelola secara demokratis. Berdasarkan sifat seperti itu maka koperasi diharapkan dapat memainkan peranannya dalam menggalang dan memperkokoh perekonomian rakyat. Oleh karena itu koperasi harus berusaha sekuat tenaga agar memiliki kinerja usaha yang tangguh dan efisien. Sebab hanya dengan cara itulah koperasi dapat menjadikan perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional.

4) Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi Sebagai salah satu pelaku ekonomi dalam sistem perekonomian Indonesia, koperasi mempunyai tanggung jawab untuk mengembangkan perekonomian nasional bersama-sama dengan pelaku-pelaku ekonomi lainnya. Namun koperasi mempunyai sifat-sifat khusus yang berbeda dari sifat bentuk perusahaan lainnya, maka koperasi menempati kedudukan yang sangat penting dalam sistem perekonomian Indonesia. Dengan demikian koperasi harus mempunyai kesungguhan untuk memiliki usaha yang sehat dan tangguh, sehingga dengan cara tersebut koperasi dapat mengemban amanat dengan baik.
Mengacu pada fungsi dan peran koperasi serta peran aktif anggota koperasi tersebut menjadikan koperasi sebagai wadah/ lembaga yang sangat berperan penting dalam menciptakan kesejahteraan ekonomi anggota khususnya dan rakyat pada umumnya. Dengan didukung oleh peran aktif anggota koperasi maka itu akan mewujudkan kesatuan koperasi dan terciptanya kesejateraan anggota.

Sumber : http://guruvalah.20m.com
                  http://www.lapenkopnas.com

Minggu, 16 Oktober 2011

SISTEM EKONOMI KERAKYATAN MELALUI GERAKAN KOPERASI

SUDAHKAH GERAKAN KOPERASI MEMBANTU PEREKONOMIAN RAKYAT ??

Masih ingatkah kita tujuan utama koperasi ?
“Memajukan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umunya serta membagi tata perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berdasarkan pancasila dan UUD 1945” , itulah tujuan koperasi....

Dilihat dari tujuan utama koperasi diatas, besar harapan kita sebagai warga Negara di Indonesia agar usaha koperasi bisa benar-benar merealisasikan tujuannya. Dan pada akhirnya bisa meningkatkan perekonomiaan rakyat khususnya rakyat kecil. Rakyat kecil yang sesungguhnya sangat memerlukan bantuan dan motivasi untuk bangkit dan maju dalam kehidupan ekonominya.
LALU…..
Apakah saat ini Koperasi bisa menolong rakyat kecil dari keterpurukan kondisi ekonomi saat ini?
Apakah saat ini koperasi bisa mewujudkan tujuannya , untuk menjadikan masyarakat yang maju , adil dan makmur?
Pertanyaan diatas mengacu pada tujuan dan gerakan koperasi yang mungkin bisa meningkatkan perekonomian rakyat kecil pada saat ini . Berharap dapat meningkatkan perekonomian para petani, nelayan, dan rakyat kecil lainnya dengan harapan dapat dibantu atau diperjuangkan melalui koperasi.
Selain itu diharapkan adanya Sistem ekonomi kerakyatan yaitu suatu usaha atau kegiatan yang pada dasarnya tidak mengejar keuntungan tunai, tetapi dilaksanakan untuk memperoleh pendapatan bagi pemenuhan kebutuhan pokok dalam arti luas, yang semuanya mendesak dipenuhi dalam rangka merubah pola cultural masyarakat untuk berpikir secara produktif dan pada akhirnya ekonomi masyarakat dapat bangkit dan tersedia sebuah wadah koperasi yang sangat membantu perekonomian masyarakatnya. System ekonomi kerakyatan juga dapat diartikan sebagai sistem ekonomi yang berdasar pada kekuatan ekonomi rakyat. Dimana ekonomi rakyat sendiri adalah sebagai kegiatan ekonomi atau usaha yang dilakukan oleh rakyat pada umumnya yang dengan secara swadaya mengelola sumberdaya ekonomi apa saja yang dapat diusahakan dan dikuasainya, yang selanjutnya disebut sebagai Usaha Kecil, Menegah (UKM) terutama meliputi sektor pertanian, peternakan, kerajinan, makanan, dsb., yang ditujukan terutama untuk memenuhi kebutuhan dasarnya dan keluarganya tanpa harus mengorbankan kepentingan masyarakat lainnya dan yang sudah tidak asing lagi yaitu usaha KOPERASI.

Bagaimana Perkembangan Koperasi dari masa kemasa & sudah cukup mampukah gerakan koperasi dalam meningkatkan perekonomian rakyat dan system ekonomi rakyat ?
Masih ingatkah kita yaitu sejarah lahirnya koperasi pada tahun 1844 di Rochdale Inggris, dan pada tahun 1895 di Leuwiliang didirikan pertama kali koperasi di Indonesia hingga saat ini perkembangan koperasi di Indonesia tumbuh pesat, bisa kita liat koperasi kini mulai didirikan dimana mana kita dengan mudah dapat menjumpai koperasi di perkotaan, di kabupaten, di kecamatan hingga kelurahan dan desa. Gerakan koperasi tumbuh di berbagai lembaga pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi; di perusahaan-perusahaan kecil, menengah, hingga perusahaan besar.
Menurut saya, gerakan koperasi cukup membantu perekonomian kerakyatan khususnya, contoh kecilnya yaitu dengan dilakukannya pemerdayaan koperasi untuk mengembangkan ekonomi rakyat yaitu dengan melalui koperasi yang memberikan jasa simpan pinjam, menyalurkan barang dan jasa serta dapat memenuhi kebutuhan pokok. Tujuannya adalah untuk menjamin agar kemakmuran masyarakat senantiasa lebih diutamakan daripada kemakmuran orang seorang, dan agar tampuk produksi tidak jatuh ke tangan orang seorang, sehingga memungkinkan ditindasnya rakyat banyak oleh segelintir orang yang berkuasa.
Selain itu masih ingatkah anda bahwa “Koperasi sebagai sokoguru perekonomian”. Dilihat dari sudut pasal 33 UUD 1945, keikutsertaan anggota masyarakat dalam memiliki faktor-faktor produksi itulah antara lain yang menyebabkan dinyatakannya koperasi sebagai bangun perusahaan yang sesuai dengan sistem ekonomi kerakyatan. Sebagaimana diketahui, perbedaan koperasi dari perusahaan perseroan terletak pada diterapkannya prinsip keterbukaan bagi semua pihak yang mempunyai kepentingan dalam lapangan usaha yang dijalankan oleh koperasi untuk turut menjadi anggota koperasi.
Kini Wadah koperasi yang di bentuk di kampung-kampung merupakan sebuah wadah untuk memperkuat ekonomi kerakyatan. Dengan jelas dapat kita lihat program Pemerintah Daerah yang menginginkan rakyatnya sejahtera, maju dan mandiri. Ekonomi rakyat terutama yang dikampung dapat diperkuat melalui wadah Koperasi. Wadah koperasi ini mempunyai peran yang sangat besar dalam membuka kesempatan dan peluang usaha masyarakat di kampung, selain sebagai agen pendistribusian hasil-hasil produk masyarakat, dan media penyedia barang-barang konsumsi. Wadah ini juga sebagai sebuah kegiatan produksi dan konsumsi yang apabila dikerjakan sendiri-sendiri tidak akan berhasil, tetapi melalui organisasi koperasi yang menerima tugas dari anggota untuk memperjuangkannya dapat berhasil. Oleh karena melihat pentingnya peran koperasi dala perekonomian saat ini perlulah penyelenggaraan pasar dan koperasi dalam sistem ekonomi kerakyatan harus dilakukan dengan terus menerus melakukan penataan kelembagaan, yaitu dengan cara memeratakan penguasaan modal atau faktor-faktor produksi kepada segenap lapisan anggota masyarakat. Proses sistematis untuk mendemokratisasikan penguasaan faktor-faktor produksi atau peningkatan kedaulatan ekonomi rakyat inilah yang menjadi substansi sistem ekonomi kerakyatan.

Melihat pentingnya kehadiran wadah koperasi tersebut, menjadikan kita sebagai mahasiswa untuk tetap mempertahankan dan meningkatkan perekonomian melalui koperasi.

LAPORAN KEUANGAN KOPERASI SIMPAN PINJAM

NERACA
UNIT SIMPAN PINJAM KPRI - KPPD KABUPATEN BEKASI
PER 31 DESEMBER 2010

AKTIVA

AKTIVA LANCAR                                                     ( Rp )
Kas                                                                            55.362.907
Bank DKI Syariah                                                    257.422.902
Piutang Usaha                                                       9.261.308.239
Penyisihan piutang                                                  (245.733.996)

Jumlah Harta Lancar                                                                    9.328.360.052

PENYERTAAN
Saham Bank BKE                                                  39.000.000
Takop BKE                                                          167.225.197

Jumlah Penyertaan                                                                         206.225.197
AKTIVA TETAP
Nilai Perolehan Harta Tetap                                    722.341.749
Akumulasi Penyusutan                                           (58.273.300)

Nilai Buku                                                                                      664.068.449


TOTAL HARTA                                                                                                            10.198.653.698


PASIVA

KEWAJIBAN JANGKA PENDEK                       ( Rp )
Simpanan Sukarela                                               890.290.462
Beban yg Masih Harus Dibayar                                4.000.000

Jumlah Kewajiban Jk. Pendek                                                     894.290.462

KEWAJIBAN JANGKA PANJANG
Hutang PKPRI Kab.Bekasi -
Hutang Bank DKI Syariah                               3.279.902.777
Hutang Bank BKE                                           3.218.829.625

Jumlah Hutang Jangka Panjang                                               6.498.732.402

MODAL SENDIRI
Modal disetor                                                     15.000.000
Modal tetap tambahan                                    2.157.206.329
Cadangan                                                         254.584.377
SHU tahun berjalan                                           378.840.128

Jumlah Modal Sendiri                                                               2.805.630.834

TOTAL PASIVA                                                                                                     10.198.653.698



PERHITUNGAN HASIL USAHA UNIT USAHA SIMPAN PINJAM
KPRI - KPPD KABUPATEN BEKASI
PER 31 DESEMBER 2010


PENDAPATAN
                                                                     (Rp)
Jasa Pinjaman Unit Simpan Pinjam         1.587.549.907
Provisi Pinjaman Simpan Pinjam              236.207.261
Pendapatan Administrasi Pinjaman            86.512.500
Jasa Giro Rp 6.225.197

TOTAL HASIL USAHA KOTOR                                                                         1.916.494.865

BEBAN- BEBAN

BIAYA OPERASIONAL
                                                                        (Rp)
Biaya Bunga Pinjaman                            606.071.797
Beban Provisi Pinjaman                           70.000.000
Beban Administrasi & Asuransi Ruko       28.765.000
Transportasi Karyawan/Belanja barang    11.900.000
Biaya Gaji Karyawan                             176.000.000
Beban Lembur Karyawan                          3.000.000
Biaya Penagihan Piutang                           60.020.800
Biaya Premi kehadiran Karyawan             13.175.000
Beban Operasional Kendaraan                   1.000.000


BIAYA UMUM DAN ADMINISTRASI
                                                                     (Rp)
Pemakaian ATK                                    17.002.793
Rekening Telepon                                    2.280.160
Pemeliharaan Komputer                          2.105.000
Pemeliharaan AC                                       380.000
Beban Pemeliharaan Kendaraan              8.354.304
Beban penyusutan inventaris computer     5.145.000
Beban penyusutan Inventaris Kantor        4.153.300
Beban Penyisihan Piutang Tak tertagih    92.558.782
Beban Bonus Manager                          30.308.769
Beban Perizinan                                         480.000
Beban Seragam Karyawan                     3.000.000
Rekening Listrik                                   16.001.296
Beban Penyusutan inventaris Kend.       12.115.000




BEBAN ORGANISASI
                                                                  (Rp)
Biaya Audit                                           8.000.000
Bingkisan Lebaran Anggota               252.382.000
Rapat Anggota Tahuanan ( RAT)          57.635.400
Honor Pengawas                                 23.200.000
THR Pengawas                                     3.000.000
Transport Pengawas                              4.700.000



BEBAN PAJAK
                                                                 (Rp)
Pajak PPH Pasal 29                            24.040.711
Pajak PPH Pasal 21                                 879.625




JUMLAH TOTAL BEBAN-BEBAN                                                                      ( 1.537.654.737)




SISA HASIL USAHA                                                                                                    378.840.128



LAPORAN PERUBAHAN MODAL
UNIT SIMPAN PINJAM KPRI - KPPD KABUPATEN BEKASI
PER 31 DESEMBER 2010

MODAL  
                                                                  (Rp)
Modal awal                                            15.000.000
Modal tetap tambahan                       2.157.206.329
Cadangan                                            254.584.377
SHU tahun berjalan                             378.840.128
Jumlah Modal                                                                       2.805.630.834


SHU                                                                                          378.840.128


Modal Per31 Desember 2010                                               3.184.470.962







Jumat, 05 Agustus 2011

Ketika aku merasa sendiri

ketika aku merasa sendiri akupun merasa seperti ditengah hutan yang tak ada satupun peduli kepadaku
ketika aku merasa sendiri aku tak tahu apa yang mesti aku lakukan
kujalani hari demi hari
rumahku hanya berpenghuni tiga orang
aku, ayah, dan ibuku
kami menjalani hari seperti biasa keluarga keluarga yang lainnya
namun....
entah mengapa kadang aku merasa kesepian
kata orang menjadi anak tunggal itu pasti beruntung bisa dimanja , kebutuhan hidupnya pun dijamin tercukupi ....
tapi aku yang merasa sebagai anak tunggal merasa tidak seperti itu
tak ada teman dirumah
tak ada seseorang yang bisa mengerti perasaan ku
ibuku terkadang sibuk sendiri , aku tak tahu apa yang dia urusi ...
ibuku memang begitu baik dan perhatian padaku tapi itu dulu...
kini dia sudah berubah semenjak adanya orang ketiga dalam hidupnya ..
aku benci orang ketiga itu
dia telah merubah ibukku
di telah merubah segalanya
ayahku...
dia sibuk dengan pekerjaannya , pergi pagi pulang sangat larut malah
aku jarang bertemu dia ...
hari hari ku kadang kuhabiskan dengan broswing internet, belajar , nonton tv dan jika ada seseorang yang mengajak jalan aku pun sangat senang
jujur aku sangat bersyukur mempunya keluarga yang utuh
tapi entah mengapa aku merasa kejanggalan
entah apa yang terjadi dalam kehidupanku

Senin, 16 Mei 2011

TERIMA KASIH AYAH

kuingin jadi yang terbaik dimata ayah
ku ingin membanggakan kedua orang tuaku
ingin membalas jasa ayah
ingin rasanya menggantikan keringat ayah yang selalu mengalir dikala ayah  mencari nafkah untuk membiayaiku sekolah
bahkan hingga kuliah sampai saat ini
aku takut ayah. . .
takut mengecewakanmu dikemudian hari
takut tidak bisa menjadi yang ayah inginkan
takut keringat ayah terus mengalir
takut ayah . . . .
tapi ketakutan itu hilang dikala aku YAKIN
yakin kelak aku akan menjadi orang sukses
yakin masa depanku akan cerah
yakin akan membalas jasa ayah . .
aku yakin ayah aku akan menjadi anak yang membanggakan dimata ayah
aku yakin ayah aku akan menjadi anak yang berguna dikemudian hari
maafkan aku ayah jika selama ini telah membuatmu lelah
lelah karena mencari nafkah untuk membiayaiku sekolah
tapi aku janji ayah akan membuatmu tersenyum dan menghapus lelahmu dikemudian hari
terima kasih ayah :)