Sabtu, 15 Maret 2014

TUGAS BAHASA INGGRIS BISNIS 2

NAMA   : INEU MAELANI
KELAS  : 4EA21
NPM     :  13210547



TENSES
Tenses dalam bahasa inggris memiliki kekhususan tersendiri  dibanding dengan bahasa indonesia. Tenses merupakan suatu bentuk kata kerja dalam tata bahasa yang menunjukan waktu terjadinya suatu perbuatan atau peristiwa dan tahap penyelesaiannya. Banyaknya ragam pembagian tenses atas waktu waktunya membuat bahasa inggris menjadi sangat kompleks. 
1 SIMPLE PRESENT TENSE
Simple present tense digunakan untuk mengungkapkan/ menggambarkan suatu peristiwa/kejadian/kebiasaan setiap saat sekarang dalam bentuk yang paling sederhana dan merupakan tindakan atau aktivitas sehari-hari atau yang dilakukan berulang-ulang.
Rumus :
Kalimat Verbal
(+) Subject+Verb 1 (s/es)+Object
(-) Subject+do/does not+V1
(?) Do/does+Subject+V1
 Kalimat Nominal
(+) Subject+to be+noun, adjective, adverb
(-) Subject+to be+not+noun, adjective, adverb
(?) To be+Subject+noun, adjective, adverb
Contoh :
Kalimat Verbal
(+) The cat eats little meat in the room
(-) She does not come here
(?) Does he go to Bali every weekend ?
Kalimat Nominal
(+) She is very rich
(-) I am not a doctor
(?) Are you a new student here ?
2 PRESENT CONTINUOUS TENSE
Present continuous tense digunakan untuk menyatakan peristiwa/kegiatan yang sedang berlangsung saat ini dan peristiwa atau kegiatan yang akan segera terjadi/ dilaksanakan.
Rumus :
(+) Subject+to be (is/am/are)+V-ing+object, adjective, adverb
(-) Subject+to be+not+V-ing+object, adjective, adverb
(?) To be+subject+V-ing+object, adjective, adverb
 Contoh Kalimat :
(+) He is playing guitar now
(-) They are not watching TV
(?) Is she singing a song for us ?

3 PRESENT PERFECT TENSE
Present perfect tense digunakan untuk menyatakan kegiatan yang dimulai pada waktu lampau dan telah selesai dikerjakan pada waktu sekarang.
Pola Kalimat
(+) Subject+have/has+been/Verb-3+object, adjective, adverb
(-) Subject+have/has+not+been/V-3+object, adjective, adverb
(?) Have/has+Subject+V-3+object, adjective, adverb
 Contoh Kalimat
(+) She has seen this movie three times
(-) Dian has not lived in the sam house for five years
(?) Has he read the book ?



4 PRESENT PERFECT CONTINUOUS TENSE                                                         
Present perfect continous tense digunakan untuk menyatakan kegiatan dalam waktu lampau dan masih terus dikerjakan diwaktu sekarang.                                                  
Rumus :
Pola Kalimat
(+) Subject+have/has+been+Verb-ing+object, adjective, adverb
(-) Subject+have/has+not+been+V-ing+object, adjective, adverb
(?) Have/has+been+Subject+V-ing+object, adjective, adverb
Contoh Kalimat :
(+) The government has been trying hard to cope with the problems
(-) He has not been working since an hour ago
(?) Has he been practising taekwondo for two hours

5 SIMPLE PAST TENSE
Untuk menyatakan kegiatan yang dilakukan pada saat tertentu di waktu lampau.
 Pola Kalimat
(+) Subject+Verb-2+ object, adjective, adverb
(-) Subject+did not+V-1+object, adjective, adverb
(?) Did+Subject+Verb-1+object, adjective, adverb
Contoh kalimat
(+) Mr. Agus bought this car last year
(-) They did not invite her to the party
(?) Did the students understand your lesson ?
6 PAST CONTINUOUS TENSE
Untuk menyatakan peristiwa yang sedang terjadi atau kegiatan yang sedang dilakukan disaat tertentu diwaktu lampau
 Pola Kalimat
(+) Subject+be (was/were)+V-ing+object, adjective, adverb
(-) Subject+was/were+not+V-ing+object, adjective, adverb
(?) Was/were+Subject+V-ing+object, adjective, adverb
Contoh Kalimat
(+) He was playing with the kids when she came home
(-) I were not  writing a letter when my brother arrived
(?) Was she singing a song when her parents came ?

7 PAST PERFECT TENSE
Untuk menyatakan peristiwa/kegiatan yang telah terjadi / selesai diwaktu lampau, pada waktu kegiatan lain terjadi/ dilakukan
Pola Kalimat
(+) Subject+had+been/V-3+object, adjective, adverb
(-) Subject+had+not+been/V-3+object, adjective, adverb
(?) Had+subject+V-3+object, adjective, adverb
Contoh kalimat
(+) The train had left before i arrived
(-) I had not copied the lesson before she came home
(?) Had I swabbed floor when you arrived ?

8 PAST PERFECT CONTINUOUS TENSE
Untuk menyatakan kegiatan yang masih dilanjutkan diwaktu lampau pada waktu kegiatan lain terjadi.
Pola Kalimat
(+) Subject+had+been+V-ing+object, adjective, adverb
(-) Subject+had+not+been+V-ing+object, adjective, adverb
(?) Had+subject+been+ V-ing+object, adjective, adverb
Contoh Kalimat :
(+) I had been doing homework for 30 minutes when you called yesterday
(-) We had not been playing football when there was a storm
(?) Had mother been cooking when i came ?

9 SIMPLE FUTURE TENSE
Untuk menyatakan peristiwa/kegiatan yang akan terjadi / dikerjakan diwaktu yang akan datang
Pola Kalimat
(+) Subject+will/shall+be/Verb-1+object, adjective, adverb
(-) Subject+will/shall+not+be/Verb-1+object, adjective, adverb
(?) Will/shall+Subject+be/V-1+object, adjective, adverb
Contoh kalimat :
(+) I will invite you tomorrow
(-) We shall not go to Jakarta next week
(?) Will he go to Papua next month ?

10 FUTURE CONTINUOUS TENSE
Untuk menyatakan kegiatan yang akan sedang dikerjakan diwaktu yang akan datang
Pola Kalimat
(+) Subject+will/shall+be+Verb-ing+object, adjective, adverb
(-) Subject+will/shall+not+be+Verb-ing+object, adjective, adverb
(?) Will/shall+Subject+be+V-ing+object, adjective, adverb
Contoh Kalimat :
(+) He will be having a meeting tomorrow afternoon
(-) Dina will not going to course next week
(?) Will she singing a song tonight ?
11 FUTURE PERFECT TENSE
Untuk menyatakan kegiatan yang akan telah selesai dikerjakan pada waktu yang akan datang
Pola Kalimat
(+) Subject+will/shall+have+V-3+object, adjective, adverb
(-) Subject+will/shall+not+have+Verb-3+object, adjective, adverb
(?) Will/shall+Subject+have+V-3+object, adjective, adverb
Contoh kalimat
(+) They will have finished their work by Monday
(-) She will not have bought a book
(?) Will Reny not have been at market ?

12 FUTURE PERFECT CONTINUOUS TENSE
Untuk menyatakan kegiatan yang telah dimulai dan masih terus dikerjakan diwaktu yang akan datang.
Pola Kalimat
(+) Subject+will/shall+have+been+V-ing+object, adjective, adverb
(-) Subject+will/shall+not+have+been+Verb-ing+object, adj, adverb
(?) Will/shall+Subject+have+been+V-ing+object, adjective, adverb
Contoh kalimat :
(+) We will have been living here for two years by the end of this year
(-) She will not have been studying english for three weeks
(?) Will they have been choosing the chairman ?
13 PAST FUTURE TENSE
Untuk menyatakan kegiatan yang akan dikerjakan di waktu lampau, seandainya
Pola Kalimat
(+) Subject+should/would+Verb-1
(-) Subject+should/would+not+V-1
(?) Would/should+Subject+V-1
Contoh kalimat
(+) He would join her if he finished the meeting on time
(-) I would not come
(?) Would she arrive yesterday ?
14 PAST FUTURE CONTINUOUS TENSE
Untuk menyatakan kegiatan yang akan sedang dikerjakan di waktu lampau, seandainya
Pola Kalimat
(+) Subject+should/would+be+Verb-ing
(-) Subject+should/would+not+be+Verb-ing
(?) Would/should+Subject+be+Verb-ing
Contoh Kalimat
(+) He would be waiting for you if you came last night
(-) She would not be going with him if he cheat her
(?) Would mother be  cooking when i came ?
15 PAST FUTURE PERFECT TENSE
Untuk menyatakan kegiatan yang telah selesai dikerjakan diwaktu lampau
Pola Kalimat
(+) Subject+should/would+have+Verb-3
(-) Subject+should/would+not+have+Verb3
(?) Would/should+Subject+have+Verb3
Contoh Kalimat
(+) She would have cooked his favorite dish if she had time to shop
(-) He would not have  asked her to marry him if she had left him
(?) Would she have come here if she had called him ?
16 PAST FUTURE PERFECT CONTINUOUS TENSE
Pola Kalimat
(+) Subject+should/would+have+been+Verb-ing
(-) Subject+should/would+not+have+been+ Verb-ing
(?) Would/should+Subject+have+been+Verb-ing
Contoh Kalimat
(+) Dani  would have been working for 6 years when he get fired
(-) He would not have been practising singing if he had been ill
(?) Would Chris have been working for 6 years when he get fired?

SUMBER :
http://javasun3.wordpress.com/2010/03/03/rumus-16-tenses-bahasa-inggris/
http://afaafahhb.wordpress.com/2013/04/02/16-tenses-in-english-2/

Sabtu, 18 Januari 2014

ETIKA BISNIS TUGAS KE - 6 (Monopoli)

Nama    : Ineu Maelani
Kelas    : 4EA21
NPM    : 13210547



MONOPOLI  

MONOPOLI

Monopoli adalah suatu keadaan dalam pasar dimana hanya ada satu atau segelintir penjual/perusahaan yang
menjual produk atau komoditas tertentu yang tidak punya pengganti yang serupa dan ada hambatan bagi perusahaan untuk masuk dalam industri tersebut.

Adapun ciri-ciri dari pasar monopoli adalah:
1. Hanya ada satu produsen yang menguasai penawaran;
2. Tidak ada barang substitusi/pengganti yang mirip (close substitute);
3. Produsen memiliki kekuatan menentukan harga; dan
4. Tidak ada pengusaha lain yang bisa memasuki pasar tersebut karena ada hambatan berupa keunggulan perusahaan.

Penyebab terjadinya pasar monopoli sebagai berikut:
1. Ditetapkannya Undang-undang (Monopoli Undang-undang). Atas pertimbangan pemerintah, maka pemerintah dapat memberikan hak pada suatu perusahaan seperti PT. Pos dan Giro, PT. PLN.
2. Hasil pembinaan mutu dan spesifikasi yang tidak dimiliki oleh perusahaan lain,
sehingga lama kelamaan timbul kepercayaan masyarakat untuk selalu
menggunakan produk tersebut.
3. Hasil cipta atau karya seseorang yang diberikan kepada suatu perusahaan untuk
diproduksi, yang kita kenal dengan istilah hak paten atau hak cipta.
4. Sumber daya alam. Perbedaan sumber daya alam menyebabkan suatu produk
hanya dikuasai oleh satu daerah tertentu seperti timah dari pulau Bangka.
5. Modal yang besar, berarti mendukung suatu perusahaan untuk lebih
mengembangkan dan penguasaan terhadap suatu bidang usaha.


OLIGOPOLI

Oligopoli adalah suatu bentuk pasar dimana terdapat dominasi sejumlah pemasok dan penjual,atau terdapat beberapa penjual. Pasar oligopoli adalah suatu bentuk interaksi permintaan dengan penawaran dimana terdapat penjual/produsen yang menguasai permintaan pasar.

Ciri-ciri dari pasar oligopoli adalah:
1. Terdapat beberapa penjual/produsen yang menguasai pasar.
2. Barang yang diperjual-belikan dapat homogen dan dapat pula berbeda corak (differentiated product), seperti air minuman aqua.
3. Terdapat hambatan masuk yang cukup kuat bagi perusahaan di luar pasar untuk masuk ke dalam pasar.
4. Satu di antaranya para oligopolis merupakan price leader yaitu penjual yang memiliki/pangsa pasar yang terbesar. Penjual ini memiliki kekuatan yang besar untuk menetapkan harga dan para penjual lainnya harus mengikuti harga tersebut.

SUAP

Suap  adalah suatu tindakan yang melawan hukum berupa sejumlah uang, barang, atau perjanjian khusus kepada orang yang berpengaruh besar dengan tujuan pelancaran suatu kepentingan.
Suap juga merupakan suatu tindakan yang tidak etis karena tindakan ini tidak mempunyai nilai moral baik menurut konteks pribadi dengan lingkungan maupun dalam konteks profesional dan dapat berdampak negatif dalam suatu kehidupan, karena dapat mencederai tegaknya hukum yang berlaku, menimbulkan ancaman stabilitas ekonomi, merusak nilai-nilai etika, lembaga-lembaga, nilai-nilai demokrasi, kompetisi bisnis yang jujur dan keadilan.


UNDANG-UNDANG ANTI MONOPOLI

 Undang-Undang Anti Monopoli di Indonesia, yaitu : Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1999 Tentang Larangan Praktek Monopoli Dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Pengertian Praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat menurut UU no.5 Tahun 1999 tentang Praktek monopoli adalah pemusatan kekuatan ekonomi oleh satu atau lebih pelaku usaha yang mengakibatkan dikuasainya produksi dan atau pemasaran atas barang dan atau jasa tertentu sehingga menimbulkan persaingan usaha tidak sehat dan dapat merugikan kepentingan umum. Pembahasan UU No 5/1999 oleh DPR berlangsung pada awal Era Reformasi, tetapi masih dalam transisi politik Orde Baru. Lahir di saat masyarakat dan bangsa kita merasakan pahitnya dampak konglomerasi perusahaan-perusahaan. Maraknya perekonomian monopolistik yang ditimbulkan karena adanya kolusi para penguasa dan pengusaha. Demikian juga dengan meningkatnya laju globalisasi telah mempengaruhi lahirnya undang-undang ini.
Menurut Rahardi Ramelan (Mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan) mengungkapkan bahwa : Politik dan pembahasan UU No. 5/1999 pada waktu itu didominasi oleh pemikiran-pemikiran dekonsentrasi, yang kemudian jadi jiwa dari undang-undang tersebut. Tetapi kita ketahui bahwa persaingan usaha yang sehat bukan hanya ditentukan dan diatur oleh UU No 5/1999 saja, tetapi juga ditentukan oleh undang-undang lainnya, kebijakan pemerintah, maupun keputusan pengadilan. Undang-undang lahir karena ada kebutuhan, yang bisa berubah dan berkembang dari waktu kewaktu.
Undang-Undang Anti Monopoli No 5 Tahun 1999 memberi arti kepada monopolis sebagai suatu penguasaan atas produksi dan atau pemasaran barang dan atau atas penggunaan jasa tertentu oleh satu pelaku usaha atau kelompok pelaku usaha (pasal 1 ayat (1) Undang-undagn Anti Monopoli).
Dampak dari dibentuknya Undang-undang Anti Monopoli No. 5 th. 1999, ini sangat positif bagi para pengusaha kecil dan menengah, selain dunia usaha yang semakin sehat dalam bersaing, lahirnya UU tersebut juga mencegah adanya penguasaan pasar secara mutlak oleh para konglomerat.
Hal ini sesuai dengan tujuan dibentuknya Undang-undang tersebut, yaitu :
a. Menjaga kepentingan umum dan meningkatkan efisiensi ekonomi nasional sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat
b. Mewujudkan iklim usaha yang kondusif melalui pengaturan persaingan usaha yang sehat sehingga menjamin adanya kepastian kesempatan berusaha yang sama bagi pelaku usaha besar, pelaku usaha menengah dan pelaku usaha kecil
c. Mencegah praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat yang ditimbulkan oleh pelaku usaha

Sumber :
http://ivanhenrytholense.blogspot.com/2012/01/monopoli-dan-oligopoli-dalam-etika.html

ETIKA BISNIS TUGAS KE 5 ( Etika Pasar Bebas)

Nama   : Ineu Maelani
Kelas   : 4EA21
NPM   : 13210547



ETIKA PASAR BEBAS
Pasar bebas diadvokasikan oleh pengusul ekonomi liberalisme. Salah satu ukuran kemajuan suatu bangsa dan keberhasilan suatu pemerintahan di era pasar bebas adalah tingkat kemampuannya untuk menguasai teknologi ekonomi(J.Gremillion). Pasar bebas adalah pasar ideal, di mana adanya perlakuan yang sama dan fair bagi semua pelaku bisnis dengan aturan yang fair, transparan, konsekuen & objektif, memberi peluang yang optimal bagi persaingan bebas yang sehat dalam pemerataan ekonomi. Negara-negara yang terlibat dalam gelombang pasar bebas, menurut Gremillion, mesti memahami bahwa pada era sekarang ini sedang didominasi oleh sebuah rancangan pembangunan dunia yang dikenal sebagai Marshall Plan yang menjadi batu sendi interpen-densi global yang terus memintai dunia. Biar bagaimanapun rancangan pembangunan dunia yang mengglobal itu selalu memiliki sasaran ekonomi dengan penguasaan pada kemajuan teknologi ekonomi yang akan terus menjadi penyanggah bagi kekuatan negara atau pemerintahan.
Artinya, dari penguasaan teknologi ekonomi itulah, segala kekuatan arus modal investasi dan barang-barang hasil produksi tidak menjadi kekuatan negatif yang terus menggerogoti dan melumpuhkan kekuatan negara.Karena, senang atau tidak, kita sekarang sedang digiring masuk dalam suatu era baru pada percaturan ekonomi dan politik global yang diikuti dengan era pasar bebas yang dibaluti semangat kapitalisme yang membuntuti filosofi modal tak lagi berbendera dan peredaran barang tak lagi bertuan. Ini jelas menimbulkan paradigma-paradigma baru yang di dalamnya semua bergerak berlandaskan pada pergerakan modal investasi dan barang produksi yang tidak berbendera dan tidak bertuan, yang akan terus menjadi batu sendi interpen-densi global yang terus memintai dunia. Yang terpenting adalah diperlukan bangunan etika global yang berperan mem-back up setiap penyelewengan yang terjadi di belantara pasar bebas.Kemiskinan, kemelaratan, dan ketidakadilan yang terdapat di dunia yang menimpa negara-negara miskin hakikatnya tidak lagi akibat kesalahan negara-negara bersangkutan sehingga itu pun menjadi tanggung jawab global pula.

PERAN PEMERINTAH DALAM PASAR BEBAS
Kesejahteraan dan keadilan global merupakan sesuatu yang tercipta oleh keharmonisan berbagai kepentingan yang selalu memerhatikan nilai-nilai moral dan tata etika yang dianut umum.Maksudnya, perilaku etis global adalah perilaku negara-negara yang bertanggung jawab atas nasib masyarakat dunia.Tentunya ini menjadi perhatian serius dari pemerintah, karena selama ini tidak pernah maksimal dalam memperkuat dan memajukan industri nasional dalam menghadapi tuntutan pasar bebas tersebut. Yang namanya pasar bebas tentu asas utamanya adalah persaingan, yang bebas dari intervensi pemerintah untuk mengontrol harga dari produk-produk yang diperdagangkan. Penilaiannya diserahkan kepada konsumen untuk membeli produk yang diinginkannya. Tentunya, setiap konsumen kecenderungannya memilih suatu produk/barang dengan kualitas yang baik dan harga yang murah. Bisa dipastikan sebagian dari produk-produk nasional ini akan kalah bersaing dengan alasan kualitas dan nilai jual tersebut.
Berikut merupakan peran Pemerintah dalam pasar bebas, yaitu:
1.Efektif, karena begitu terjadi pelanggaran atas hak dan kepentingan pihak tertentu, pemerintah akan bertindak efektif dan konsekuen untuk membela pihak yg dilanggar & menegakkan keadilan.
2.Minimal, karena sejauh pasar berfungsi dengan baik dan fair maka pemerintah tidak terlalu banyak ikut campur.
Maka siapa saja yang melanggar aturan main akan ditindak secara konsekuen, siapa saja yang dirugikan dak dan kepentingannya akan dibela dan dilindungi oleh pemerintah terlepas dari status social dan ekonominya.

KEUNTUNGAN MORAL PASAR BEBAS
Pertama, system ekonomi pasar bebas menjamin keadilan melalui jaminan perlakuan yang sama dan fair bagi semua pelaku ekonomi.
Kedua, ada aturan yang jelas dan fair, dan k arena itu etis. Aturan ini diberlakukan juga secara fair,transparan,konsekuen, dan objektif. Maka, semua pihak secara objektif tunduk dan dapat merujuknya secara terbuka.
  Ketiga, pasar member peluanyang optimal, kendati belum sempurna, bagi persingan bebas yang sehat dan fair.
  Keempat, dari segi pemerataan ekonomi, pada tingkat pertama ekonomi pasar jauh lebih mampu menjamin pertumbuhan ekonomi.
  Kelima, pasar juga memberi peluang yang optimal bagi terwujudnya kebebasan manusia.


Sumber :
http://narastya-superwoman.blogspot.com/2010/11/etika-dan-pasar-bebas.html
http://zulkarnaen-zulkarnaen.blogspot.com/2009/12/etika-pasar-bebas.html
http://fraditya13.blogspot.com/2012/11/etika-bisnis-etika-pasar-bebas.html