Senin, 20 Desember 2010

ANGIN PUTING BELIUNG MELANDA JOGJA

ANGIN PUTING BELIUNG
Angin puting beliung termasuk kategori bencana alam yang dampaknya cukup parah. Angin puting beliung merupakan angin dengan kecepatan tinggi yang berhembus di suatu daerah yang dapat merusak berbagai benda yang ada di permukaan tanah. Angin Puting Beliung ini bisa menerbangkan benda-benda serta merobohkan bangunan yang ada sehingga sangat berbahaya bagi manusia.
Dibawah ini merupakan contoh berita dari bencana alam “Angin puting beliung" :
Angin Puting Beliung Melanda Jogja


Akibat dihempas angin kencang mirip angin puting beliung, sejumlah pepohonan di berbagai ruas Jalan Kota Yogyakarta, tumbang. Tidak hanya itu, listrik di berbagai perkampungan mati, karena kawat listrik yang melintas di daerah itu putus tertimpa pohon tumbang. hal ini menimbulkan kepanikan warga. Berdasarkan pantauan, Sabtu (25/9) hembusan angin kencang terjadi sekitar Pukul 14,30 WIB. Semula udara Yogyakarta cukup panas, namun tiba-tiba datang awan gelap yang dibarengi dengan angin cukup kencang seperti angin puting beliung.


Selain itu, tumbangnya beberapa pohon juga membuat berbagai ruas jalan macet karena tertutup pohon tumbang. Seperti yang terjadi di Jalan Kusumanegara pohon ringin di depan Kantor Dinas Perdagangan, di Jalan Gambiran, Pangeran Mangkubumi, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Nyai Achmad Dahlan, Alun-alun Utara.

Sejumlah traffic light tidak berfungsi sehingga nyaris hampir semua jalan-jalan di Yogyakarta macet karena lampu merah mati. Akibatnya banyak pengemudi kendaraan memilih berhenti, sambil angin kencang tersebut mereda.

Bahkan, banyak papan nama iklan yang terpampang di berbagai ruas jalan kota seperti di Jalan Brigjen Katamso, Jalan Kolonel Sugiyono, Jalan Solo, hancur tersapu angin kencang.

Angin kencang tersebut, juga memporakporandakan atap-atap rumah yang ada di perkampungan. Seperti yang terjadi Kampung Tahunan, Gondomana, Notoprajan, Umbulharjo, dan lainnya. Rata-rata atau rumah mereka hancur, diterjang angin ribut. angin yang meluluhlantahkan Yogyakarta itu, membuat warga panik yang kemudian lari keluar rumah menuju lapangan dan jalan-jalan besar untuk menghindar dari reruntuhan.

Sumber (www.detik.com)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar