Jumat, 24 Desember 2010

SAMPAH RUMAH TANGGA MENYUMBAT ALIRAN SUNGAI



Kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan disungai mengakibatkan tersumbatnya aliran sungai yang pada akhirnya berdampak banjir. Sampah-sampah rumah tangga tersebut terakumulasi, sehingga menumpuk dan menjadi penyumbat aliran sungai. Akhirnya karena sungai tersebut tidak mampu menampung volume air, sehingga meluap kejalanan dan kepemukiman penduduk. Kebanyakan masyarakat yang suka membuang sampah disungai adalah mereka yang memang tinggal dibantaran sungai seperti ciliwung misalnya. Padahal bantaran sungai sebenarnya tidak boleh dijadikan tempat tinggal. Artinya mereka yang tinggal disitu berarti illegal karena menggunakan tanah milik Negara. Banjir diwilayah Jakarta berelevasi tinggi juga sering terjadi karena sungai/salurannya tersumbat (sampah dan sedimentasi), berkapasitas lebih kecil dari debit banjir yang lewat, bertataletak tidak fungsional. Elevasi air sebagian dari sungai/saluran misalnya sungai ciliwung, pada bagian muaranya lebih rendah dari muka air laut rata-rata, sehingga air sungai tersebut hanya bisa sampai kelaut secara gravitasi jika lautnya dalam keadaan surut. Pada saat pasang, air sungai hanya bisa dibuang kelaut menggunakan pompa yang kapasitasnya terbatas sehingga terjadi antrian yang bisa menyebabkan banjir.

LALU APA YANG HARUS DILAKUKAN UNTUK MENGURANGI PENYUMBATAN YANG TERJADI PADA ALIRAN SUNGAI ??
Untuk mengurangi masalah sampah rumah tangga yang bisa menyebabkan penyumbatan pada aliran sungai yaitu dengan memberi himbauan kepada masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai dan tidak mendirikan bangunan atau rumah dibantaran kali serta memberikan reward and punishment agar masyarakat pemakai sadar untuk ikut menjaga system drainase/pengendalian yang terfokus pada pengendalian aliran sungai.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar