Senin, 20 Desember 2010

GUNUNG MERAPI KEMBALI MELETUS

Gunung merapi kembali meletus, seperti sudah menjadi langganan timbulnya bencana alam Gunung meletus. Gunung meletus merupakan peristiwa yang terjadi akibat endapan magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi. Magma adalah cairan pijar yang terdapat di dalam lapisan bumi dengan suhu yang sangat tinggi, yakni diperkirakan lebih dari 1.000 °C. Cairan magma yang keluar dari dalam bumi disebut lava. Suhu lava yang dikeluarkan bisa mencapai 700-1.200 °C. Letusan gunung berapi yang membawa batu dan abu dapat menyembur sampai sejauh radius 18 km atau lebih, sedangkan lavanya bisa membanjiri sampai sejauh radius 90 km.Tidak semua gunung berapi sering meletus. Gunung berapi yang sering meletus disebut gunung berapi aktif.

BAGAIMANA TANDA-TANDA GUNUNG AKAN MELETUS ??
Biasanya tanda-tanda gunung akan meletus yaitu Suhu di sekitar gunung naik, Mata air menjadi kering, Sering mengeluarkan suara gemuruh, kadang disertai getaran (gempa), umbuhan di sekitar gunung layu, Binatang di sekitar gunung bermigrasi. Hasil letusan gunung berapi antara lain :Gas vulkanik,Lava dan aliran pasir serta batu panas, Abu letusan.Awan panas.

Dibawah ini merupakan salah satu berita mengenai gunung merapi meletus yang terjadi Yogyakarta


Gunung Merapi Meletus di Yogyakarta – Indonesia kembali di terka musibah, setelah kemarin terjadi gempa dan tsunami di mentawai, kali ini gunung merapi di Yogyakarta meletus pada Selasa, 26 Oktober 2010
“ Gunung berapi aktif di Indonesia, Merapi meletus dengan mengeluarkan awan panas yang tercatat sejak pukul 17.02 WIB. ” Sejak 17.02 WIB hingga 17.34 WIB terjadi empat kali awan panas dan sampai sekarang awan panas terus muncul susul menyusul tidak berhenti” kata Surono, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi di Yogyakarta, Selasa 26 Oktober 2010. Menurut dia, munculnya awan panas tersebut menjadi tanda sebagai erupsi Gunung Merapi. Awan panas pertama yang muncul pada pukul 17.02 WIb mengarah ke barat. Namun awan panas yang berikutnya tidak dapat terpantau dengan baik karena kondisi cuaca di puncak Merapi cukup gelap dan hujan.

Berita diatas menunjukan bahwa gunung meletus bisa terjadi kapan saja, oleh karena itu bagi warga yang lokasi/daerah tempat tinggalnya dekat dengan kawasan pegunungan terutama pegunungan yang sering terjadi peristiwa gunung meletus. Diharapakan untuk selalu waspada, dan tanggap jika terjadi gunung meletus.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar